WELCOME TO MY WORLD
Senin, 22 Oktober 2012
Lara Awan Mendung
Jumat, 12 Oktober 2012
Pernahkah Kau
Rabu, 19 September 2012
Cinta yang Tidak Salah
Rabu, 02 Februari 2011
PELANGI SETELAH HUJAN
Tanpa awal kita memulai
Tanpa akhir kita mengakhiri
Tanganku gemetar dan tubuhku terkulai lemas
Aku berharap ini mimpi tapi aku bukan putri tidur
Langit makin pudar cahayanya
Petir menyambar merah marah
Setetes demi tetes air berjatuhan
Rintiknya seakan tahu laraku
Takpernah kumerasa seperti ini sebelumnya
Dalam hitungan yang sama aku menangis dalam hati
Tidak berhenti langit menurunkan airnya
Menimbulkan basah yang lirih di uluh hati
Tidak berhenti pula amuknya yang jatuh beruraian
Derasnya bak mewakilkan rintihanku saat ini
Tapi takada guna menangis berlarut-larut
Hujan pun pasti lelah dipercikkan terus ke bumi
Menanti setitik mentari untuk menghapus kelam
Hujan pun berhenti sembari menyusul pelangi elok
Tekadku kokoh menyambut fajar hari depan
Aku tersenyum dalam hidupku pada kisah yang baru
KISAH PENDEK
Awalnya kutahu bahwa aku dan dia takdapat bersama
Tapi kupaksakan menempuh jalan yang salah
Karena dia membuat aku terpaku atas sihir lihainya
Hingga kubiarkan pesonanya merasuki alun-alun hati
Kekosonganku mulai terisi
Jiwaku kembali beraksi ajaib
Senyum terpancar bagai kilatan menawan
Langkah berjingkrak bak pacuan kuda
Tetapi benar taklama bahagia melekat
Hingga deru merayu dan damai berlalu
Waktu memaksa mengingat kembali langkah awal
Ku takdapat mejajaki ini lebih lagi
Dagingku beride ego sementara
Tapi itu hanya akan menghancurkan dirinya
Pada akhirnya berserulah keputusannya
Membuat jantung berhenti berdetak
Kantungku sudah terlalu penuh
Isinya merengek minta bebas
Kulepaskan sedikit malah membawa teman
Hingga takdapat tertahan dan meluap keluar
Lalu berakhirlah penyambung suka
Mengecap habis kisah pendekku ini
Jumat, 21 Januari 2011
TANYA
Malunya aku ketika hanyut bersamamu dalam harapan
Melayangnya hati ini ketika mendengarmu penuh puji
Taukah kau tentang sebuah ungkapan
Percayakah kau pada sebuah janji
LALU
Bulan memberi kemilaunya
Hingga terpancar cahayanya
Pikiranku penuh dirinya
Hingga sulit melupakannya
Entah berapa lama harus menunggu
Entah berapa lama harus menanti
Menunggu sampai berminggu-minggu
Takbicara sang belahan hati
Mataku perih melihatnya
Dadaku sesak menahannya
Agar semua terungkap
Kata pun harus terucap
Tapi dia telah menghilang
Takada lagi yang terngiang
Bayangnya semakin jauh
Taklagi terasa teduh
DIA
Hati yang belum terbuka sebelumnya
Jiwa yang tertutup rapat tadinya
Dia buka perlahan
Dia isi perlahan
Dia menarik aku yang bimbang
Mendekapku dalam hangat
Dia membawa aku terbang
Melingdungiku dari yang menyengat